68487777_2409474855788407_3869425565559685120_o-1200x1199.jpg
20/Aug/2019

Mengapa Anak Diare?

Anak mengalami diare karena bermacam sebab, paling sering karena infeksi saluran pencernaan terutama disebabkan oleh virus.

Tanda dan Gejala

Jika anak diare, BAB menjadi lebih sering, lembek atau berair. Kadang terdapatkan lendir atau darah, kadang disertai gejala muntah, nyeri perut, dan demam. Diare pada anak dapat berlangsung 5-7 hari, sedangkan muntah berlangsung 1-3 hari.

Pertolongan Pertama

  • Berikan air putih ketika si buah hati diare
  • Berikan oralit ketika si buah hati setiap diare
  • Berikan air tajin, air putih atau air kuah sayur bila si kecil tidak mau meminum oralit,
  • Hindari cairan yang mengandung banyak gula seperti jus buah
  • Jika buah kecil ibu masih menyusui, tetap berikan ASI

Jumlah Cairan (Oralit) yang Diberikan Tiap Diare

Umur Jumlah (cc)
Dibawah 10 tahun 500-100
1-4 tahun 100-200
Lebih dari 4 tahun 200-300

Hindari makanan yang berserat tinggi, manis, serta berlemak saat diare

 

Tanda – Tanda jika Anak Kekurangan Cairan

  • Rasa haus
  • Berat badan turun
  • Kulit di dahi atau di perut mengkerut apabila dicubit
  • Mengantuk
  • Demam
  • Badan si kecil lemas
  • Air mata kering saat menangis
  • Warna buang air kecil kurang atau pekat

Kapan anak diare segera dibawa berobat?

  • Diare semakin parah
  • Terdapat darah dalam feses
  • Muntah terus menerus
  • Tidak mau makan atau minum
  • Terdapat tanda-tanda kekurangan cairan

Pencegahan Diare

  • Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum menyentuh makanan, setelah buang air atau mengganti popok
  • Jaga kebersihan makanan
  • Jangan menggunakan handuk secara bergantian dengan pasien
  • Imunisasi (rotavirus dan campak)

65592039_10214656611116101_7527634316063408128_o-1200x852.jpg
03/Jul/2019

 

Mata ikan, atau biasa dikenal dengan nama clavus, adalah penebalan kulit akibat tekanan dan gesekan yang terjadi berulang kali. Mata ikan biasanya berbentuk bulat berukuran lebih kecil dibanding kapalan, dan memiliki bagian tengah keras yang dikelilingi kulit yang meradang. Penebalan yang berlebihan pada bagian kulit yang berubah menjadi mata ikan juga bisa menimbulkan rasa nyeri. Bagian tubuh yang paling sering terkena mata ikan adalah kaki. Mata ikan lebih banyak menimpa wanita dibanding pria, karena wanita lebih sering menggunakan sepatu yang tertutup dengan ukuran yang tidak nyaman.

Penyebab dan Faktor Risiko Mata Ikan

Pada dasarnya, penyebab munculnya mata ikan adalah tekanan dan gesekan di area kulit yang sama berulang kali. Beberapa hal yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan dan gesekan tersebut adalah:

  • Pemakaian sepatu yang tidak nyaman. Sepatu yang terlalu sempit serta sepatu berhak tinggi bisa menekan beberapa bagian kaki. Sebaliknya, sepatu yang terlalu longgar pun dapat menyebabkan beberapa bagian kaki bergesekan berulang kali dengan bagian dalam sepatu.
  • Sering menggunakan peralatan atau bermain alat musik dengan tangan. Penebalan pada kulit bisa muncul akibat gesekan kulit tangan dengan sebuah instrumen musik atau perkakas tangan yang kita gunakan sehari-hari.
  • Tanpa kaus kaki. Tidak memakai kaus kaki atau memakai kaus kaki dengan ukuran yang tidak tepat bisa menyebabkan terjadinya gesekan antara kaki dengan alas kaki.
  • Perokok. Bagi orang yang merokok dan memakai pemantik api bisa memiliki mata ikan pada kulit jempol tangannya. Kondisi ini terjadi karena gesekan berulang pada saat menyalakan pemantik sebelum merokok.

Sedangkan di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena mata ikan, yaitu:

  • Hammertoe. Kelainan atau cacat pada jari kaki yang bengkok dan berbentuk seperti cakar.
  • Tidak menggunakan sarung tangan. Menggunakan alat yang membutuhkan ketrampilan tangan terlalu lama tanpa mengenakan sarung tangan akan mengakibatkan kulit tangan bergesekan dengan alat kerja dan berisiko menyebabkan mata ikan.
  • Bunion. Kondisi di mana muncul penonjolan pada sendi pangkal jempol kaki yang terbentuk dari tulang.
  • Orang dengan kelainan kelenjar keringat.
  • Memiliki bekas luka atau kutil.
  • Kebiasaan berjalan dengan sisi dalam atau sisi luar kaki.

Gejala Mata Ikan

Mata ikan menimbulkan kelainan pada kulit, yaitu penebalan, pengerasan, serta penonjolan pada kulit. Kulit juga dapat menjadi bersisik, kering, atau berminyak. Mata ikan dapat menimbulkan rasa nyeri, terutama bila ditekan. Yang membedakan dengan kapalan adalah timbulnya peradangan dan rasa nyeri pada mata ikan.

Diagnosis Mata Ikan

Berikut ini adalah dua cara untuk mendiagnosis mata ikan, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik. Dari hasil pemeriksaan fisik akan diketahui penyebab penebalan kulit yang terjadi.
  • Foto Rontgen. Daerah sekitar tempat kulit yang menebal akan diperiksa dengan foto Rontgen untuk melihat perubahan atau kelainan fisik yang bisa mengakibatkan mata ikan.

Pengobatan Mata Ikan

Jika penebalan kulit terdiagnosis sebagai mata ikan, maka ada beberapa langkah pengobatan yang umumnya akan diberikan pada penderita. Beberapa langkah pengobatan umum untuk mata ikan adalah:

  • Tindakan menipiskan lapisan kulit yang menebal dengan pisau. Prosedur yang dilakukan oleh dokter ini bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri, serta membentuk ulang kulit yang sudah menebal karena gesekan berlebihan.
  • Obat-obatan penghilang mata ikan dan kapalan. Beberapa obat-obatan yang dijual bebas dalam bentuk krim atau salep yang mengandung asam salisilat dapat melunakkan dan mengangkat kulit yang mati. Perlu diingat, orang dengan penyakit arteri perifer, diabetes, dan neuropati perifer sebaiknya menghindari pemakaian asam salisilat karena malah akan merusak kulit atau bahkan saraf.
  • Menggunakan bantalan sepatu yang disesuaikan dengan bentuk kaki penderita.
  • Operasi. Dokter dapat merekomendasikan operasi untuk memperbaiki posisi tulang yang mengakibatkan terjadinya gesekan. Namun tindakan ini jarang dilakukan.

Pencegahan Mata Ikan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terbentuknya mata ikan, yaitu:

  • Memakai sepatu yang nyaman dan dengan ukuran yang sesuai.
  • Membeli sepatu pada saat siang hari ketika kaki berada dalam ukuran terlebar.
  • Mengoleskan krim pelembap khusus kaki.
  • Mengenakan sarung tangan atau kaus kaki agar bagian tubuh dapat terhindar dari gesekan.

555578-PKCOP3-737-1-1200x800.jpg
27/May/2019

Stroke adalah gejala saraf akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke saat ini termasuk penyakit yang berbahaya dan merugikan karena menjadi penyebab kematian nomor 3 pada tahun 2013 (Riskesdas 2013)  dan sudah menjadi penyebab kematian nomor 1 pada tahun 2016 (Riskesdas 2016), selain itu stroke merupakan penyebab kecacatan nomor 1 di dunia.  Stroke saat ini tidak hanya menyerang usia tua, tetapi banyak menyerang usia muda juga (27% menyerang usia di bawah 40 tahun).

Stoke dibagi menjadi 2 yaitu stroke perdarahan dan stroke sumbatan.  Stroke iskemik/sumbatan otak adalah stroke yang disebabkan karena adanya penyumbatan pembuluh darah Di otak. Stroke pendarahan otak adalah stroke yang disebabkan karena pecahnya pembuluh darah Di otak.

Faktor risiko stroke ada 2 yaitu faktor risiko yang dapat dimodifikasi (dikendalikan) dan yang tidak bisa dimodifikasi. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit kencing manis (diabetes), hiperkolesterol, hiperuresemia, gangguan jantung , gangguan kekentalan darah, penyempitan pembuluh darah otak, dan merokok. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia yang semakin tua, genetik (riwayat keluarga menderita stroke), dan ras (kesukuan).  Mengingat dampak penyakit stroke yang demikian menyakitkan maka pencegahan terjadinya penyakit sangat penting selain pengobatan yang tepat bila mengalami stroke ( tepat waktu, tepat penanganan) . Pencegahan terhadap stroke dapat dilakukan dengan pengenalan secara dini faktor resiko stroke, pengenalan secara dini gejala awal stroke dan yang tidak kalah penting dalam pengobatan stroke adalah pengobatan secara dini untuk mencegah terjadinya kecacatan / kematian akibat stroke.

Gejala dini / awal stroke dapat berupa  pusing, sakit kepala ,bingung, pandangan kabur, tidak mau bicara, bicara ngacau,  pelo , sulit jalan, sulit mengerakan tangan, sulit makan, kejang Dan kesadarannya menurun / tidak sadar mendadak.  Cara mengenali gejala dini stroke dengan cepat, dengan metode FAST (Face-Arm-speech-Time)

FACE (Wajah) – wajah bisa mengalami lumpuh sebelah, dapat kita amati bahwa ketika dia tersenyum maka sudut bibir hanya mengangkat sebelah.

ARMS (Lengan) – Mintalah seseorang yang dicurigai stroke untuk mengangkat tangannya. Stroke dicurigai ketika dia tidak mampu mengangkat salah satu lengan dengan baik karena lemah, selain itu juga bisa berupa  mati rasa (kebas), atau kesemutan pada salah salah satu lengan.

SPEECH (Bicara) – Bicara cadel atau pelo,  tidak dapat berbicara sama sekali meski terlihat sadar atau bicara ngacau mendadak.

TIME (Waktu) – Setiap waktu sangatlah berharga karena didalam penangganan stroke berlaku time is brain, semakin lama pengobatan untuk melancarkan aliran darah otak maka semakin banyak kerusakan saraf otaknya.  jadi perlu sesegera mungkin membawa pasien ke rumah sakit /  UGD , sebisanya ke rumah sakit yang menyediakan penanganan stroke akut ( baru) secara lengkap  ketika melihat salah satu tanda-tanda atau gejala-gejala stroke di atas.

Golden periode stroke adalah kurang dari 4,5 jam sejak kejadian stroke, itu adalah batas waktu terbaik dimana pengobatan intravena penghancur sumbatan darah  untuk menyelamatkan otak dapat diberikan.  Bila mengalami salah satu dari gejala tersebut diatas segera berobat ke rumah sakit Manyar Medical Centre untuk mendapat pengobatan sedini mungkin sehingga dapat mencegah kecacatan dan kematian.

Penulis: Mira Dwi Andiyatni, dr.

Narasumber: Suwito Pantoro, dr., Sp.S


454900-PF8ZKG-212-1-1200x800.jpg
02/May/2019

Penyebab asma sampai saat ini tidak diketahui pasti. Namun demikian, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap asma. Pakar dan peneliti bidang kesehatan setuju bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan sangat penting terhadap kemunculan asma sejak usia dini.

Sama halnya dengan penyakit lainnya, penyakit asma tentunya tidak datang dengan tiba-tiba Akan ada gejala yang timbul sebelum penyakit ini berkembang menjadi penyakit akut. Hanya saja, umumnya keterlambatan diagnosa pada penderita seringkali terjadi karena pasien merasa enggan atau malas pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatannya. Nah, agar anda bisa mendeteksi penyakit asma lebih dini, penyakit ini umumya ditandai dengan gejala berikut:

  1. Batuk yang keras adalah gejala paling umum dari asma. Batuknya bisa berupa batuk kering atau berdahak (berlendir). Batuk asma cenderung memburuk pada malam hari atau setelah beraktivitas fisik yang terlalu berat.
  2. Asma membuat Anda sulit bernapas lega karena peradangan membuat saluran napas (bronkus) Anda menyempit dan tersumbat lendir paru. Anda juga mungkin sering merasa kehabisan napas (ngos-ngosan) atau kesusahan menarik dan menghela napas panjang.
  3. Dada sesak seperti ada rasa tertekan seolah ada yang meremas atau duduk di dada penderita.


Kenali tanda dan gejala umum dari serangan Asma 3

Care, Correct, Professional




Kenali tanda dan gejala umum dari serangan Asma 3

Care, Correct, Professional