555578-PKCOP3-737-1-1200x800.jpg
27/May/2019

Stroke adalah gejala saraf akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke saat ini termasuk penyakit yang berbahaya dan merugikan karena menjadi penyebab kematian nomor 3 pada tahun 2013 (Riskesdas 2013)  dan sudah menjadi penyebab kematian nomor 1 pada tahun 2016 (Riskesdas 2016), selain itu stroke merupakan penyebab kecacatan nomor 1 di dunia.  Stroke saat ini tidak hanya menyerang usia tua, tetapi banyak menyerang usia muda juga (27% menyerang usia di bawah 40 tahun).

Stoke dibagi menjadi 2 yaitu stroke perdarahan dan stroke sumbatan.  Stroke iskemik/sumbatan otak adalah stroke yang disebabkan karena adanya penyumbatan pembuluh darah Di otak. Stroke pendarahan otak adalah stroke yang disebabkan karena pecahnya pembuluh darah Di otak.

Faktor risiko stroke ada 2 yaitu faktor risiko yang dapat dimodifikasi (dikendalikan) dan yang tidak bisa dimodifikasi. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit kencing manis (diabetes), hiperkolesterol, hiperuresemia, gangguan jantung , gangguan kekentalan darah, penyempitan pembuluh darah otak, dan merokok. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia yang semakin tua, genetik (riwayat keluarga menderita stroke), dan ras (kesukuan).  Mengingat dampak penyakit stroke yang demikian menyakitkan maka pencegahan terjadinya penyakit sangat penting selain pengobatan yang tepat bila mengalami stroke ( tepat waktu, tepat penanganan) . Pencegahan terhadap stroke dapat dilakukan dengan pengenalan secara dini faktor resiko stroke, pengenalan secara dini gejala awal stroke dan yang tidak kalah penting dalam pengobatan stroke adalah pengobatan secara dini untuk mencegah terjadinya kecacatan / kematian akibat stroke.

Gejala dini / awal stroke dapat berupa  pusing, sakit kepala ,bingung, pandangan kabur, tidak mau bicara, bicara ngacau,  pelo , sulit jalan, sulit mengerakan tangan, sulit makan, kejang Dan kesadarannya menurun / tidak sadar mendadak.  Cara mengenali gejala dini stroke dengan cepat, dengan metode FAST (Face-Arm-speech-Time)

FACE (Wajah) – wajah bisa mengalami lumpuh sebelah, dapat kita amati bahwa ketika dia tersenyum maka sudut bibir hanya mengangkat sebelah.

ARMS (Lengan) – Mintalah seseorang yang dicurigai stroke untuk mengangkat tangannya. Stroke dicurigai ketika dia tidak mampu mengangkat salah satu lengan dengan baik karena lemah, selain itu juga bisa berupa  mati rasa (kebas), atau kesemutan pada salah salah satu lengan.

SPEECH (Bicara) – Bicara cadel atau pelo,  tidak dapat berbicara sama sekali meski terlihat sadar atau bicara ngacau mendadak.

TIME (Waktu) – Setiap waktu sangatlah berharga karena didalam penangganan stroke berlaku time is brain, semakin lama pengobatan untuk melancarkan aliran darah otak maka semakin banyak kerusakan saraf otaknya.  jadi perlu sesegera mungkin membawa pasien ke rumah sakit /  UGD , sebisanya ke rumah sakit yang menyediakan penanganan stroke akut ( baru) secara lengkap  ketika melihat salah satu tanda-tanda atau gejala-gejala stroke di atas.

Golden periode stroke adalah kurang dari 4,5 jam sejak kejadian stroke, itu adalah batas waktu terbaik dimana pengobatan intravena penghancur sumbatan darah  untuk menyelamatkan otak dapat diberikan.  Bila mengalami salah satu dari gejala tersebut diatas segera berobat ke rumah sakit Manyar Medical Centre untuk mendapat pengobatan sedini mungkin sehingga dapat mencegah kecacatan dan kematian.

Penulis: Mira Dwi Andiyatni, dr.

Narasumber: Suwito Pantoro, dr., Sp.S


59885057_2227964337272794_3653785432405049344_n.jpg
07/May/2019

Banyak orangtua yang berkecil hati saat memperhatikan perkembangan alat kelamin putranya tidak seperti yang mereka harapkan, terutama jika sang anak cukup gemuk. Jangan khawatir, sebenarnya tidak semua anak dengan ukuran penis kecil dikatakan mikropenis. Dengan pemeriksaan yang tepat namun sederhana diagnosa dapat ditegakkan.

Apa itu mikropenis?

Seorang anak dikatakan mikropenis jika ukuran penis kurang dari 2.5 standar deviasi rerata sesuai usia anak. Pada bayi baru lahir cukup bulan, ini berarti jika ukuran penis <2 cm dalam posisi diregangkan. Panjang penis dalam posisi diregangkan dapat diperkirakan sebagai panjang penis saat posisi ereksi.

Mikropenis dapat disebabkan akibat kekurangan ataupun gangguan hormon testosteron.  Pada sebagian kasus penyebabnya tidak diketahui. Namun, mikropenis harus dibedakan dari webbed penis (adanya selaput antara penis dan skrotum) ataupun buried penis (penis terbenam oleh timbunan lemak).

Bagaimana penanganannya?

“Terapi yang dilakukan sesegera mungkin sebelum anak mencapai masa pubertas akan mencapai hasil yang lebih efektif,” jelas dr. Tjahjo Djojo Tanojo, Sp.And. Tak perlu khawatir, terapi yang dilakukan cukup dengan penyuntikan hormon berupa testosteron, hCG ataupun gonadotropin. Penentuan terapi akan dilakukan oleh dokter berdasarkan hasil evaluasi. Kini dengan hadirnya Klinik Andrologi di RS Manyar Medical Center Surabaya, Anda langsung dapat memeriksakan putra tersayang.

Narasumber : dr. Tjahjo Djojo Tanojo, Sp.And

Dokter Spesialis Andrologi RS Manyar Medical Centre

Penulis : Hannia Dinanda Rizki, dr.


jantung-1200x1200.jpg
25/Apr/2019

Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner 1
Menurut Survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%. Sehingga sangat penting dilakukan deteksi dini atau pemeriksaan berkala penyakit jantung koroner ke dokter spesialis jantung untuk mencegah kematian.

Berikut ini adalah faktor risiko penyakit jantung koroner yaitu Diabetes Mellitus atau kencing manis, merokok, kadar kolesterol dalam darah yang tinggi, genetik atau faktor keturunan, dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Seseorang disarankan segera periksa ke dokter jantung untuk screening pemeriksaan jantung koroner bila ada salah satu faktor risiko

Gejala penyakit jantung koroner adalah chest pain atau nyeri dada, fatigue (mudah lelah) dan shortness of breath (ngos-ngosan). Untuk pasien yang memiliki penyakit diabetes mellitus, gejala penyakit jantung koroner tidak terlalu tipical, kadang hanya berupa nyeri ulu hati atau nyeri perut.

  1. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung koroner adalah:EKG (Elektro Kardiogram), EKG adalah rekaman dari listrik jantung. Bila dari EKG belum terlihat jelas dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan treadmill.
  2. Tread mill atau (Exercise Stress Test) adalah pemeriksaan fisik jantung yang memberikan informasi apakah jantung memiliki asupan darah dan oksigen dari sirkulasi saat terjadi stress fisik. Bila pada treadmill dijumpai ada kelainan, maka dapat dilanjutkan ke pemeriksaan echocardiografi atau coronary CTA
  3. Echocardiografi adalah pemeriksaan ultrasonografi pada jantung. Echocardiografi berfungsi untuk menilai fungsi dan anatomi jantung.Coronary CTA
  4. Coronary CTA, Pada pemeriksaan coronary CTA, pasien diinjeksi intravena (IV) dengan cairan/pewarna yodium dan jantungnya discan menggunakan CT scan
  5. Angiografi, Bila terdapat sumbatan >70 % pada pemeriksaan angiografi dapat dilanjutkan dengan pemasangan stent atau ring.

Penyakit Jantung Koroner adalah salah satu penyakit yang paling di takuti masyarakat karena merupakan penyebab kematian tertinggi, oleh karena itu perlu dilakukan deteksi dini secara cepat dan tepat oleh dokter spesialis jantung dengan metode metode pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi pasien tersebut.

Narasumber : Mia Puspitasari, dr., Sp.JP

Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Manyar Medical Centre

Penulis : Mira Dwi Andiyatni, dr.


IG-min.png
21/Mar/2019

Terapi LWST di RS MMC Surabaya

WAJAHNYA tampak cerah, gaya bicarannya penuh semangat, tidak tampak bahwa usianya sekarang sudah 65 tahun, “Dok saya ucapkan terima kasih ya! Kondisi saya sekarang sudah jauh membaik. Kualitas hubungan intim dengan istri sangat meningkat, frekuensinya bisa meningkat hingga tiga kali seminggu,” kata P (65), seorang wiraswastawan asal Kupang, NTT.

Sambil tertawa terkekeh-kekeh pengusaha asal Kupang NTT itu, melanjutkan pengakuannya, “Ini lagi Dok, yang membuat saya lebih puas, saya tidak lagi bergantung terus pada obat-obatan,” kata P.

Kondisi berbanding terbalik ketika dia datang pertama kali berkonsultasi dengan Dokter Wisnu. Saat itu dia mengeluh bahwa lama kejantanannya ambruk. Kejantanannya lunglai dan loyo. Persoalannya semakin runyam, dan tekanan psikisnya bertambah semakin berat, karena baru saja menikah lagi dengan wanita lebih muda.

Akibatnya urusan nafkah batin menjadi kacau. Semula dia mahfum bahwa kondisi ini dikarenakan bahwa usianya memang tidak muda lagi, tetapi setelah dia menikah lagi dengan pasangan jauh lebih muda, maka soal urusan ranjang menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan istri.

Nah setelah menjalani terapi, kini keluhannya itu bisa diatasi. Dirinya merasa bisa tampil lebih percaya diri di depan istri. Lelaki asal Kupang tersebut adalah satu dari sekian banyak pasien disfungsi ereksi yang mendapat penanganan dr. Wisnu Laksmana, SpU di RS MMC Surabaya.

Nama : Wisnu Laksmana, dr., Sp.U
Dokter : Spesialis Bedah Urologi

 



Gelombang Kejut untuk Pulihkan Kejantanan 4

Care, Correct, Professional




Gelombang Kejut untuk Pulihkan Kejantanan 4

Care, Correct, Professional